Selasa, 19 November 2019

PPKH CIAMIS

Pelaksana Program Keluarga Harapan

Detail Berita - Menanamkan Arti Pentingnya Pendidikan, Pendamping PKH Kecamatan Sindangkasih Sosialisasikan Gerakan Kembali Sekolah Kembali Belajar

Menanamkan Arti Pentingnya Pendidikan, Pendamping PKH Kecamatan Sindangkasih Sosialisasikan Gerakan Kembali Sekolah Kembali Belajar
Pendidikan Arif Faizal 11 Mei 2019 17:23 Wib 211 Lihat Komentar
Gambar

PKH CIAMIS - Demi menanamkan kesadaran Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH akan pentingnya pendidikan yang merupakan program wajib belajar sembilan tahun, pendamping PKH Kecamatan Sindangkasih bersama Lembaga Swadaya Masyarakat Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Bina Pandu Mandiri melakukan kegiatan Sosialisasi Gerakan Kembali Sekolah Kembali Belajar bagi ibu-ibu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH di Desa Gunungcupu (Jum'at, 10 Mei 2019).

"Lebih dari 70% KPM PKH Kecamatan Sindangkasih adalah lulusan SD. Alhamdulillah kami diberi kesempatan untuk mendapatkan Program Kembali Sekolah Kembali Belajar yang berkolaborasi dengan PKBM Bina Pandu Mandiri. Kegiatan belajarnya akan dimulai tahun ajaran baru nanti (2019/2020)." Kata Inan Abdulmanan, S.E, pendamping Kecamatan Sindangkasih.

Selain dihadiri dan disambut antusias oleh lebih dari 120 KPM PKH dan Kepala Desa Gunungcupu, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Koordinator Kabupaten Ciamis dan Manager PKBM Bina Pandu Mandiri .

"Tingkat kesadaran KPM akan pentingnya pendidikan makin meningkat, salah satu buktinya mereka berkomitmen akan menuntaskan pendidikannya melalui Paket B (dan Paket) C. Hal ini untuk mengimbangi dan memotivasi anak-anaknya untuk semakin rajin sekolah." Ujar Indra Maulana, M.M, Koordinator Kabupaten Ciamis.

Adapun tutor atau tenaga pengajar PKBM Bina Pandu Mandiri di Kecamatan Sindangkasih adalah pendamping PKH dari Kecamatan setempat.

"Program (PKBM) ini gratis. (Secara keseluruhan) ada tiga paket, Paket A, Paket B dan Paket C. Semua peserta yang ikut PKBM ini akan terdaftar di dapodik, sehingga nanti ijazahnya pun sama seperti ijazah dari sekolah formal lain. Untuk tempat (PKBM) menyesuaikan dengan lokasi sekitar dan karena rata-rata peserta disini adalah ibu-ibu PKH, dimana usianya itu diatas usia belajar juga punya banyak kegiatan, jadi nanti waktu kegiatan (belajar) bisa menyesuaikan tergantung kesepakatan dengan para peserta, misal seminggu dua kali." Papar Asep Saepul Rohman S.Pd, selaku pengelola PKBM Bina Pandu Mandiri.

Kepala Desa Gunungcupu, Saepul Hidayat, S.IP juga mengapresiasi kegiatan tersebut dengan baik.

"Saya sangat mendukung kegiatan yang positif ini, semoga dengan adanya kesadaran KPM terhadap pentingnya pendidikan bisa menular bagi warga lainnya untuk mau mentuntaskan wajib belajar sembilan tahunnya, dimana hal ini juga merupakan salah satu program pemerintah." Pungkasnya.