Sabtu, 21 September 2019

PPKH CIAMIS

Pelaksana Program Keluarga Harapan

Detail Berita - Autobiografi Ibu Aat Solihat

Autobiografi Ibu Aat Solihat
Umum Arif Faizal 03 April 2019 18:17 Wib 98 Lihat Komentar
Gambar

PPKH Ciamis - Nama saya Aat Solihat. Tidak ada kisah istimewa dari nama saya, namun saya yakin ada do’a dari sebuah nama. Saya lahir di daerah yang berslogan “Manis”. Salah satu daerah yang terletak di ujung Provinsi Jawa Barat yaitu Kabupaten Ciamis. Tepatnya pada tanggal 23 Juli 1983. Saya anak pertama dari pasangan suami istri Bapak Suparma dan Ibu Sutinah.

Kedua orang tua saya adalah petani yang setiap harinya selalu pergi mencari nafkah di ladang. Di sela kesibukannya mereka tidak pernah lupa menyisihkan waktunya untuk berbagi kasih sayang dengan anak – anaknya.  Sebagai anak perempuan tentunya peran ibu sangat dominan untuk saya. Terutama dalam pembentukan karakter sebagai wujud fitrah feminin yang kongkret.

Tidak cukup dengan penerapan pendidikan di keluarga saja, ketika usia saya 5 tahun saya di sekolahkan di Taman Kanak- Kanak Al- Amin selama 2 tahun, lalu dilanjutkan ke Sekolah Dasar Cikaso V. Ketika duduk di kelas 2 ada seorang Guru  namanya Pa Uje yang memberikan tugas untuk menulis sebuah kalimat bebas, yang sesuai dengan imajinasi masing - masing. Saat itu saya berfikir merangkai kata – kata berdasarkan imajinasi itu tidak ada gunanya, yang penting saya bisa membaca, menulis dan berhitung. Namun sejak saat itu, tanpa saya sadari saya mulai sering mengungkapkan perasaan senang dan sedih dalam bentuk tulisan. Kebiasaan itu berlanjut sampai saya duduk di bangku MTs Al- Amin dan MAN 2 Ciamis.

Saat ini saya sudah menikah dan memiliki satu orang anak. Setiap harinya saya mengabdikan diri untuk mengajar anak usia dini di PAUD Babul Ilmi Pasirlawang. Meskipun belum PNS, namun keinginan untuk meningkatkan kemampuan diri dalam bidang Pendidikan Anak Usia Dini harus ada. Akhirnya tahun 2011 saya masuk kuliah di STKIP 11 April Sumedang jurusan Pendidikan Guru – Pendidikan Anak Usia Dini dan alhamdulillah sekarang sudah selesai.

Tahun 2017 saya masuk di Kelompok Penerima Manfaat PKH Kecamatan Purwadadi. Di PKH saya merasakan manfaat  yang begitu banyak baik secara langsung maupun tidak langsung. Karena PKH Kecamatan Purwadadi saat ini sedang menggalakan program pemberdayaan untuk KPM yaitu kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) atau Family Development Session (FDS) dengan interval waktu sekali dalam satu bulan. Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) adalah proses belajar secara terstruktur untuk memperkuat terjadi perubahan perilaku pada KPM. P2K2/FDS bertujuan meningkatkan pengetahuan, pemahaman mengenai pentingnya pendidikan, kesehatan dan pengelolaan keuangan bagi keluarga.

Setiap anggota Kelompok Penerima Manfaat PKH diwajibkan untuk mengikuti pertemuan tersebut. Pertemuan ini pandu oleh pendamping PKH Kecamatan Purwadadi Bapak Indra Farid dengan membahas beberapa modul yang terbagi dalam beberapa sesi di antaranya modul pengasuhan dan pendidikan anak dengan 4 sesi pembahasan, modul pengelolaan keuangan dan perencanaan usaha dengan 3 sesi pembahasan, modul kesehatan dan gizi dengan 8 sesi pembahasan, modul perlindungan anak dengan 2 sesi pembahasan, modul penyandang disabilitas berat dengan 1 sesi pembahasan dan modul kesejahteraan lanjut usia dengan 1 sesi pembahasan. Keberhasilan program ini tak lepas dari peran serta SPV ( Supervisor ) dan Koordinator Kabupaten 2 yang senantiasa memberikan dukungan, motivasi dan arahan- arahan menuju pada satu tujuan yaitu tercapainya perubahan perilaku KPM ke arah yang lebih baik.

Akhir tahun 2018 saya tertarik masuk di Komunitas Menulis Online dibawah Bimbingan Ustadz Cahyadi Takariawan. Selama berada di Komunitas itu keinginanku untuk menulis semakin besar. Selain berbagi ilmu tentang kepenulisan dari nara sumber yang hebat, disini juga banyak berbagi event – event dari beberapa penerbit yang dishare oleh sesama anggota. Ada beberapa event yang saya ikuti diantaranya Cipta Puisi, menulis fabel dan sayembara puisi. Alhamdulilah karya saya bisa mendapatkan apresiasi dari penerbit terkait, berupa antologi karya yang menjadi suplemen baru untukku untuk terus berkarya.

Baca juga berita terkait :
KPM PKH Aat Solihat Peraih Cipta Puisi Tingkat Nasional